Skip to main content

Perpisahan

Sore itu begitu pucat
Putih tanpa warna dan lembab
Seiring angin bertiup ke arah barat
Kulangkahkan kaki dengan berat
Pergi…
Meninggalkanmu…

Ku tengok damar
Dia melambai, ‘Selamat tinggal’, katanya
Ku tengok awan
Sendu termangu, kemudian berkata ‘Akhirnya kau pergi juga,’
Ku tengok langit
Mengintip diantara barisan awan, ‘Aku benci perpisahan’, katanya.
Ku tengok engkau,
Diam seraya menatap dalam
‘Kapan kau kembali?’ tanyanya

Kamis, 7 Okt 2004

Comments

Popular posts from this blog

Pantai

Pasir putih di pantai landai Debur ombak memecah pantai Angin berhembus pohon melambai Camar terbang awan tergapai Kerang – kerang bertebaran Warnanya putih berkilauan Memantulkan sinar mentari Semarak sepanjang hari Ombak berkejaran Anak-anak berlarian Burung-burung beterbangan Menyambut kebahagiaan Sep 2004

Masa Yang Hilang

Kuning mentari pagi Menyapa beku hati Apalah arti hidup ini Sejak kau pergi Siang bekerja Tak ada lagi tawa Dunia seakan tak berwarna Tanpa dirimu kulara Malam temaram Saat ku pulang Menelusuri jalan-jalan buram Merenungi masa-masa yang hilang Agustus, 2004

Di Antara

Di antara desiran angin Ku dengar suaramu Di antara lambaian daun-daun Ku lihat matamu Di antara koridor sepi Ku dengar langkahmu Di antara tumpukan buku Ku baca namamu Di antara jejalan situs internet Ku lihat karyamu Dan di antara penyangkalanku Ku lihat kamu, utuh… Masih menantiku Agustus, 2004