Skip to main content

Laut

Air laut biru muda
Memantulkan wajah cakrawala
Jernih seperti mata dewa
Segar memercik muka

Beberapa perahu berlayar
Layarnya putih terbentang lebar
Kokoh seperti sayap camar
Menyambut angin laut yang segar

Berdiri di atas buritan
Angin bebas menerpa tanpa hambatan
Sungguh segar angin kurasakan
Hingga hilang kepenatan

Ombak berdebur ke pantai
Lembut menyentuh kakiku santai
Burung-burung beryanyi ramai
Semarakan pantai landai

Kerang-kerang berserakan
Sinar mentari dipantulkan
Hingga warnanya putih berkilauan
Cemerlang seperti berlian

Halusnya pasir laut
Menyentuh kakiku lembut
Gelombang datang berlari kusambut
Ku nikmati pantai sampai hari berkabut

Di atas dahan angin bertiup kencang
Menggerakan daun-daun seakan terbang
Rela angin ku tantang
Tuk melihat pemandangan luas terbentang

Beberapa rumah di dataran tinggi
Begitu anggun berdiri
Pohon-pohon berjajar mengelilingi
Pemandangan luas tak terhalangi

Sep 2004

Comments

Popular posts from this blog

Pantai

Pasir putih di pantai landai Debur ombak memecah pantai Angin berhembus pohon melambai Camar terbang awan tergapai Kerang – kerang bertebaran Warnanya putih berkilauan Memantulkan sinar mentari Semarak sepanjang hari Ombak berkejaran Anak-anak berlarian Burung-burung beterbangan Menyambut kebahagiaan Sep 2004

Masa Yang Hilang

Kuning mentari pagi Menyapa beku hati Apalah arti hidup ini Sejak kau pergi Siang bekerja Tak ada lagi tawa Dunia seakan tak berwarna Tanpa dirimu kulara Malam temaram Saat ku pulang Menelusuri jalan-jalan buram Merenungi masa-masa yang hilang Agustus, 2004

Di Antara

Di antara desiran angin Ku dengar suaramu Di antara lambaian daun-daun Ku lihat matamu Di antara koridor sepi Ku dengar langkahmu Di antara tumpukan buku Ku baca namamu Di antara jejalan situs internet Ku lihat karyamu Dan di antara penyangkalanku Ku lihat kamu, utuh… Masih menantiku Agustus, 2004