Skip to main content

Kenangan

Aku kembali
Meski ku tau kau tak lagi ada di sini
Merenung di telaga sunyi
Mengingat masa-masa yang telah pergi

Air telaga begitu tenang
Tanpa riak, tanpa gelombang
Burung-burung siang pulang ke sarang
Saat magrib menjelang

Air telaga berwarna abu-abu biru
Dikelilingi hijau pohon perdu
Membiaskan warna hijau, biru dan abu-abu
Mengingatkanku pada warna matamu

Matahari merah tembaga beranjak ke peraduan
Bumi mulai diselimuti kegelapan
Udara dingin menuruni perbukitan
Angin berhembus menerpa pepohonan

Telaga teduh, lembut menenangkan
Membawa kita pada kenangan
Wajah langit kelam terpantulkan di permukaan
Ada kekosongan & kehampaan

Begitu hening & senyap
Saat lututku kudekap
Ku dengar langkah-langkah di antara gelap
Tapi mataku tak sempat menatap

Malam suram, langit buram
Rembulan bersembunyi di balik awan
Ku berjalan sendiri di antara kegelapan
Meninggalkan telaga penuh kenangan

21 Sep 2004

Comments

Popular posts from this blog

Pantai

Pasir putih di pantai landai Debur ombak memecah pantai Angin berhembus pohon melambai Camar terbang awan tergapai Kerang – kerang bertebaran Warnanya putih berkilauan Memantulkan sinar mentari Semarak sepanjang hari Ombak berkejaran Anak-anak berlarian Burung-burung beterbangan Menyambut kebahagiaan Sep 2004

Masa Yang Hilang

Kuning mentari pagi Menyapa beku hati Apalah arti hidup ini Sejak kau pergi Siang bekerja Tak ada lagi tawa Dunia seakan tak berwarna Tanpa dirimu kulara Malam temaram Saat ku pulang Menelusuri jalan-jalan buram Merenungi masa-masa yang hilang Agustus, 2004

Di Antara

Di antara desiran angin Ku dengar suaramu Di antara lambaian daun-daun Ku lihat matamu Di antara koridor sepi Ku dengar langkahmu Di antara tumpukan buku Ku baca namamu Di antara jejalan situs internet Ku lihat karyamu Dan di antara penyangkalanku Ku lihat kamu, utuh… Masih menantiku Agustus, 2004