Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2008

Evil World

What this life would be? If we have to kill our feeling to stay in the job to live in the proper house to eat decent food to survive This is the world Where evil men are more appreciated Wed, 19/03/2008

Kotaku Penuh Polusi

Langitku tak lagi biru Angkasa diselimuti abu Asap hitam mengotori Membuat sesak nadi Air sungai sarat limbah Berasal dari pabrik dan rumah-rumah Ikan-ikan menggelepar mati Tak tega ku mengamati Kotaku bising Telingaku berdenging Kepalaku pening Jiwaku mati kering Agustus 2004

Di Matamu (2nd rev.)

Di matamu kutemukan semburat cahaya Teduh tapi sanggup menerangi jiwa Sempat ragu kutatap awalnya Tapi matamu menawarkan sejuta pesona Cinta datang tak terduga Diantara hari-hari biasa Tanpa sadar telah menelusup di jiwa Hingga mengelak ku tak bisa Adakah nasib akan berpihak pada kita? Sedang jarak & waktu memisahkan kita Katamu masa depan akan selalu ada Buat kita menuai cinta Minggu, 24 Okt 2004

Jarak Dan Waktu

Jarak yang tak bersahabat Waktu yang bergerak cepat Kita yang resah terjerat Dalam kekuasaan yang tak demokrat Mungkinkah ia kalahkan kita? Kau yakiniku kalau kita lebih kuasa Memelihara cinta di jiwa Sampai saatnya tiba Minggu, 24 Okt 2004

Ku Kayuh Sepedaku Pulang

Ku kayuh sepedaku pulang Ku injak pedal dengan kaki telanjang Meluncur sepedaku saat senja menjelang Ku jalani hidup dengan hati lapang Jalan panjang lurus tanpa tikungan Pohon-pohon berjajar sepanjang tepian Ranting-ranting bersentuhan, daun-daun berjabatan Menanguiku memberi keteduhan Meski jalan hidup tak selurus jalan ini Dengan ikhlas kujalani hari-hari Mengayuh sepeda menjemput rizki Menciptakan hari-hari penuh arti Minggu, 24 Okt 2004

Tak Bertepi

Ku tak butuh bunga Ku perlu kau ada Di sini … tuk buktikan rasa Bukan sekedar kata-kata Kau selalu percaya Hari esok akan selalu ada Buat kita perbaiki semua Menebus hilangnya beribu masa Bagimu waktu seakan tak bertepi Walau musim telah berganti ratusan kali Walau lautan semakin jauh menghampiri bumi Tapi kau percaya… rasa itu akan tetap terjaga di hati Minggu, 24 Okt 2004

Resah

Mengapa berjuta tanya tak bisa terjawab sampai saatnya Menelusup kalbu, bersembunyi dan menetap disana Membangkitkan gelisah yang membuncah dada Menggilas, memporak porandakan logika Hingga resah menguasai seluruh jiwa Walau perenungan panjang telah menelan beribu kala Berjuta tanya tetap tak terjawab, sampai tiba saatnya… 17 Okt 2004

Selembar Hutan

Selembar hutan terselip di hati Tumbuh subur segar nan asri Walau hujan alpa datang Walau kering berkepanjangan Walau sinar mentari terhalang Walau air tanah telah jauh berkurang Walau hara terkikis hujan Walau badai mengoyak, menumbangkan Walau hama datang menghancurkan Hutanku tetap tegar tumbuh mengakar Diantara ketidakpastian 17 Okt 2004

Abadi

Ku baru sadar Kalau cinta tak bisa benar-benar habis Walau tak nampak di permukaan Walau banyak penyangkalan Itu tetap ada…jauh di sana… Tersembunyi diantara…relung-relung jiwa Tahun berlalu, musim berganti Orang-orang datang dan pergi Rasa itu tetap hidup di sini Bersemayam abadi Minggu, 10 Okt 2004

Berlayar

Di biru lautan ku berlayar Layarku putih terbentang lebar Berhembus angin membimbing ke tujuan Membelai tubuhku penuh kelembutan Angin, aromamu menyegarkan Kuhirup dikau dalam pelukan Terbang kepenatan dalam kepala Datang semangat penuh asa Ombak menggelitik punggungku Berbuih putih laksana salju Ku begitu dimanjakan gelombang Yang membuatku serasa terbang Sep 2004

Pantai

Pasir putih di pantai landai Debur ombak memecah pantai Angin berhembus pohon melambai Camar terbang awan tergapai Kerang – kerang bertebaran Warnanya putih berkilauan Memantulkan sinar mentari Semarak sepanjang hari Ombak berkejaran Anak-anak berlarian Burung-burung beterbangan Menyambut kebahagiaan Sep 2004