Skip to main content

Di Matamu (2nd rev.)

Di matamu kutemukan semburat cahaya
Teduh tapi sanggup menerangi jiwa
Sempat ragu kutatap awalnya
Tapi matamu menawarkan sejuta pesona

Cinta datang tak terduga
Diantara hari-hari biasa
Tanpa sadar telah menelusup di jiwa
Hingga mengelak ku tak bisa

Adakah nasib akan berpihak pada kita?
Sedang jarak & waktu memisahkan kita
Katamu masa depan akan selalu ada
Buat kita menuai cinta

Minggu, 24 Okt 2004

Comments

Popular posts from this blog

Pantai

Pasir putih di pantai landai Debur ombak memecah pantai Angin berhembus pohon melambai Camar terbang awan tergapai Kerang – kerang bertebaran Warnanya putih berkilauan Memantulkan sinar mentari Semarak sepanjang hari Ombak berkejaran Anak-anak berlarian Burung-burung beterbangan Menyambut kebahagiaan Sep 2004

Masa Yang Hilang

Kuning mentari pagi Menyapa beku hati Apalah arti hidup ini Sejak kau pergi Siang bekerja Tak ada lagi tawa Dunia seakan tak berwarna Tanpa dirimu kulara Malam temaram Saat ku pulang Menelusuri jalan-jalan buram Merenungi masa-masa yang hilang Agustus, 2004

Di Antara

Di antara desiran angin Ku dengar suaramu Di antara lambaian daun-daun Ku lihat matamu Di antara koridor sepi Ku dengar langkahmu Di antara tumpukan buku Ku baca namamu Di antara jejalan situs internet Ku lihat karyamu Dan di antara penyangkalanku Ku lihat kamu, utuh… Masih menantiku Agustus, 2004