Skip to main content

Ku Kayuh Sepedaku Pulang

Ku kayuh sepedaku pulang
Ku injak pedal dengan kaki telanjang
Meluncur sepedaku saat senja menjelang
Ku jalani hidup dengan hati lapang

Jalan panjang lurus tanpa tikungan
Pohon-pohon berjajar sepanjang tepian
Ranting-ranting bersentuhan, daun-daun berjabatan
Menanguiku memberi keteduhan

Meski jalan hidup tak selurus jalan ini
Dengan ikhlas kujalani hari-hari
Mengayuh sepeda menjemput rizki
Menciptakan hari-hari penuh arti

Minggu, 24 Okt 2004

Comments

Popular posts from this blog

Pantai

Pasir putih di pantai landai Debur ombak memecah pantai Angin berhembus pohon melambai Camar terbang awan tergapai Kerang – kerang bertebaran Warnanya putih berkilauan Memantulkan sinar mentari Semarak sepanjang hari Ombak berkejaran Anak-anak berlarian Burung-burung beterbangan Menyambut kebahagiaan Sep 2004

Masa Yang Hilang

Kuning mentari pagi Menyapa beku hati Apalah arti hidup ini Sejak kau pergi Siang bekerja Tak ada lagi tawa Dunia seakan tak berwarna Tanpa dirimu kulara Malam temaram Saat ku pulang Menelusuri jalan-jalan buram Merenungi masa-masa yang hilang Agustus, 2004

Di Antara

Di antara desiran angin Ku dengar suaramu Di antara lambaian daun-daun Ku lihat matamu Di antara koridor sepi Ku dengar langkahmu Di antara tumpukan buku Ku baca namamu Di antara jejalan situs internet Ku lihat karyamu Dan di antara penyangkalanku Ku lihat kamu, utuh… Masih menantiku Agustus, 2004